Yamaha Segarkan Penampilan Jupiter MX

•September 27, 2010 • 1 Komentar

JAKARTA, KOMPAS.com — Yamaha masih menyisakan satu “peluru” pamungkas pada tahun ini, yaitu New Jupiter MX, yang akan diluncurkan di ajang pameran sepeda motor Indonesia, Jakarta Motorcycle Show 2010, November mendatang.

Ikhwal ini disampaikan langsung Paulus Sugih Firmanto, General Manager Sales, Promotion and Motorsport PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), kemarin.  Sampai saat ini, Yamaha masih terus melakukan survei  mendalam sebelum mengeluarkan unit ke pasar. “Mudah-mudahan di Jakarta Motorcycle Show (JMS) keluar. Kita masih studi,” ujar Paulus.

Kemunculan Jupiter MX yang disegarkan ini sudah merebak di media maya. Di samping itu, mereka juga sudah memperoleh izin produksi unit dengan kode T135SEC di Kementerian Perindustrian pada 22 September lalu.

Isunya, perubahan yang dilakukan terhadap Jupiter MX hanya pada tutup bodi dan pemasangan rem cakram pada roda belakang. Sebagai gambaran, kompetitor New Jupiter MX saat ini adalah Honda CS-1, Suzuki Satria FU, dan Kawasaki Athlete.

sumber

Trik Menghidari Kecelakaan Sepeda Motor

•September 20, 2010 • 1 Komentar

Selama tiga tahun terahir, setiap tahunnya 18 ribu penunggang kuda besi di Indonesia tewas sia-sia. Kondisi ini sempat menuduh populasi pengguna sepeda motor yang kini hampir menyentuh angka 60 juta, dituding sebagai biang kerok terjadinya kecelakaan.

Padahal apa yang salah dari sepeda motor? Selain cepat sampai tujuan, kendaraan roda dua juga efisien dan ekonomis bagi masyarakat Indonesia. Semestinya kecelakaan bisa dihindari mulai dari diri sendiri. Salah satunya dengan menjadi yang “Terlihat”

1. Pilihan Pakaian

Pilihan pakaian dalam berkendara juga berpengaruh pada keselamatan berkendara. Sebaiknya motobikers tidak menggunakan pakaian atau jaket warna gelap, apalagi pada malam hari. Pilihlah pakaian atau jaket yang memiliki body glow, sehingga pengendara lain mengetahui keberadaan motobikers.

2. Menyalakan Lampu Utama

Menurut penelitian dari Kepolisian, dengan menyalakan lampu utama pada siang atau malam hari, pengendara lain dapat lebih mengetahui keberadaan pengendara lain yang ada di didepan atau belakang motobikers. Sehingga menyalakan lampu pada siang atau malam hari sangat dianjurkan agar kecelakaan dapat dihindari.

3. Lampu Signal

Hal lainnya yang tak kalah penting adalah pemanfaatan lampu signal ketika akan berbelok (kanan-kiri). Biasakan menggunakan lampu signal, meski saat berkendara di area perumahan yang sepi sekalipun. Karena dengan sering dibiasakan, maka kita akan selalu ingat dimanapun kita berkendara, terlebih di jalan raya. Sebab banyak kecelakaan terjadi hanya gara-gara lupa memberi lampu signal ketika akan berbelok. Jangan lupa  untuk segera mematikan lampu signal, ketika sudah berbelok. Agar pengendara lain tidak bingung dengan tujuan kita.

4. Lampu Rem Lebih Terang

Pemilihan lampu rem yang baik yaitu yang lebih terang dengan lampu utama atau yang berkedip. Sehingga pengendara lain dapat mengetahui signal yang kita  maksudkan. Selain itu jaga jarak aman, agar tidak terjadi rem mendadak.

5. Klakson

Curi pengendara lain dengan membunyikan klakson ketika dalam keadaan yang penting. Tapi ingat, tidak semua pengendara mendengarkan dan mengerti klakson yang kita bunyikan, jadi hendaknya tetap hati-hati. Selain itu pergunakan seperlunya, karena bunyi klakson dapat memancing emosi pengendara lain. Bukankah hal terindah adalah kita dapat menjalankan aktifitas pulang dan pergi selamat sampai tujuan?

sumber

Helm Pak Polisi Kok Gak Berlogo SNI?

•Mei 15, 2010 • 5 Komentar

Gambar ini saya dapat dari salah satu kaskuser yang juga pengunjung blog. sumber aslinya di sini .


TAHU APA YANG DICARI ?TENTU AJA LOGO SNI

Tapi kok gak ada ya logo SNI nya ya?

Kawasaki D-Tracker 150 Siap Diluncurkan

•Mei 14, 2010 • 2 Komentar

Halo semua,sudah lama saya vakum blogging.masalah pertama saya vakum adalah saya harus fokus UN(saya masih SMP bro,dan mau masuk SMA sekarang),yang kedua,saya terkena virus KASKUS , jadi saya harus meng “ISO” kan ID saya karena ingin mencoba rasanya berbagi cendol sesama KASKUSER

Setelah lama vakum,saya ketinggalan beberapa info otomotif roda 2,salah satunya saya ketinggalan info tentang meluncurnya Yamaha Xeon 125 dan Minerva 150VX.Nah semoga info D-Traker 150 dari Kawasaki ini belum ketinggalan.Berita ini saya ambil dari Kompas Otomotif

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) memantapkan diri menggarap segmen sepeda motor sport di pasar nasional. Satu lagi model baru siap diluncurkan, yaitu D-Tracker 150 Super Moto.

“Kami akan luncurkan produk ini di ajang PRJ (Pekan Raya Jakarta) Juni nanti. Tunggu saja kehadirannya,” ujar Freddyanto Basuki, National Sales & Marketing Manager KMI, kepada KOMPAS.com, Rabu (5/5/2010).

Motor yang dikembangkan dari KLX150S bakal mengusung spesifikasi mesin yang sama, 144 cc, 4 langkah, SOHC, 2 katup berpendingin udara. Perbedaan mencolok adalah penggunaan pelek yang digunakan, 17 inci untuk depan dan belakang. Sementara KLX150S menggunakan pelek 19 dan 16 inci.

Meski belum ada kepastian, Freddy mengatakan, harga jual ditetapkan kompetitif agar bisa diterima di pasar. “Perkiraan sekitar Rp 24 juta,” jelasnya. Nah, bagi penggemar Supermoto, D-Tracker 150 bisa dijadikan alternatif yang baik!

Buat yang mau beli Vixion facelift

•Januari 25, 2010 • 7 Komentar

saya baru dapet message facebook yang isinya gini :

Sejumlah diler resmi Yamaha membanderol V-ixion facelift lebih mahal sekira Rp400 ribu hingga Rp500 ribu dari V-ixion sebelumnya. Lantas apa perbedaan dari motor ini?

Namanya facelift pasti yang disajikan hanya ubahan minor. Dan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) hanya melakukannya di sektor tampilan.

Yang paling mencolok tentu bentuk lampu utama. Yamaha menyebutnya “New front lamp multi reflector”. Bentuknya bukan lagi bulat, tapi sudah asimetris. Sepintas bentuk lampu ini dimensinya terlihat lebih kecil dibandingkan lampu sebelumnya.

Kemudian yang juga diubah YMKI adalah rangka deltabox. Bila sebelumnya bagian ini berkelir silver, kini berubah menjadi hitam. Namun menurut Promotion Supervisor YMKI Indra Dwi Sunda, ini cuma masalah warna. Yamaha bukan mengganti deltabox tersebut dengan bahan berbeda.

“Cuma cat saja. Sebelumnya kan silver, yang baru ini hitam,” tegas dia ketika berbincnag dengan okezone.

Selanjutnya, yang juga diubah pabrikan berlogo garpu tala ini adalah striping. Indra menyebutkan, pergantian striping ini seperti tahap wajib dari sebuah facelift. “Mio facelift kan juga kita ganti striping,” tambahnya.

Lalu bagaimana dengan sektor mesin? “Sama saja,” ucap Indra. V-ixion masih dibekali dapur pacu 149,8 cc 4-tak SOHC liquid cooled fuel injection.

Dengan mesin ini, tenaga yang dihasilkan pun tetap asama yakni 14,88 PS di 8.500 rpm dengan torsi puncak hingga 13,1 Nm pada 7.500 rpm.

Pun demikian dengan dimensinya yang masih memiliki panjang 2.000 mm, lebar 705 mm, serta tinggi 1.035 mm. Suspensi depan juga tetap menggunakan teleskopik, sementara di belakang lengan ayun suspensi monocross.

Dengan harga Rp20,950.000, konsumen harus puas membawa pulang V-ixion yang sama dengan tampilan berbeda. (uky)

Tahun 2010,Perang Motor Sport!

•Oktober 25, 2009 • 6 Komentar

Beberapa minggu ini,saya mendengar banyak berita motor-motor baru.Mulai dari Yamaha yang akan mengeluarkan Yamaha Byson,lalu Honda yang akan meneruskan proyek Honda Tiger 250cc nya(walau saya belum tahu pasti),Kawasaki dengan ER-6n,dan Suzuki yang katanya akan memperbanyak produksi Thunder 250cc nya.Namun,kita juga tidak boleh meremehkan produk-produk yang tergolong baru di Indonesia,contohnya Bajaj dan TVS.Bajaj yang baru-baru ini mengeluarkan New Bajaj Pulsar 180 yang berkesan seperti menantang motor pabrikan Jepang (Yamaha,Honda,Dll.)untuk memproduksi motor sport yang jauh lebih berkualitas.TVS,walau banyak yang bilang TVS(apache) adalah produk gagal,tapi kenyataanya tidak begitu.TVS apache menawarkan motor sport canggih yang lumayan gesit untuk dikendarai.Teknologinya juga tidak ketinggalan jaman.Di Indonesia,Minerva juga mulai unjuk gigi.Walau Minerva 150R terlihat meniru Honda CBR,tetap saja banyak yang menyukai produk buatan Jerman ini.Jadi,semua ini tergantung anda.Ingin memilih produk apa.Semuanya mempunyai kelebihan masing-masing.Saya tidak pernah dan tidak akan pernah memaksa anda untuk memilih produk apapun.Jika anda ingin request,gunakan saja aplikasi meebo blog sayanew-yamaha-fz150w544h408_00000340449CDFF9tvs-apache-rtr160

2009_bajaj_pulsar_180_upgrade

Suzuki Satria Fu 150

•Oktober 21, 2009 • 11 Komentar

url

Setelah lebih empat tahun bertahan dengan wajah yang sama, akhirnya PT Indomobil Niaga International (IMNI) Roda-2 memperkenalkan versi baru Suzuki Satria FU 150. Bebek supersport (gimmick marketing Suzuki menyebutnya: hyper underbone) ini diperkenalkan oleh Kenji Saito, Direktur Pemasaran IMNI, pada hari pertama pembukaan Jakarta Motorcycle Show, Sabtu (6/12).

Cukup menarik, komponen untuk mempergagah penampilan Satria ini diadopsi dari Yoshimura yang sudah sangat dikenal oleh para bikers di Tanah Air. Perubahan yang dilakukan Suzuki adalah mengganti model lampu depan dan fairing (tudung), panel instrumen (desain spidometer), ujung knalpot, rangka alumunium, dan behel atau pegangan belakang motor.

Kali ini, konsumen Indonesia cukup beruntung. Inilah model terbaru Satria yang hanya dipasarkan di tiga negara ASEAN dengan nama berbeda. Di Thailand diberi nama Raider, sedangkan di Filipina Dagger. Sayangnya, model ini muncul di saat krisis ekonomi mulai mencengkeram lebih dalam sebagian masyarakat atau konsumen motor kelas atas.
Satria vs Kompetitor – Dengan penampilan baru ini, harga Satria FU 150 pun melenjit. Berdasarkan informasi internal Suzuki, dalam dua bulan ini Satria sudah dua kali mengalami kenaikan harga. Terakhir, dengan anjloknya rupiah dan karena sebagian besar komponen Satria masih impor, kenaikkan harga pun mencapai Rp 800.000. Hasil akhir, saat diluncurkan, Suzuki membanderol Satria dengan harga Rp 17.890.000 (on the road di Jakarta dan sekitarnya).

Dibandingkan dengan kompetitor utamanya, yaitu Honda CS1, perbedaan harga hampir Rp 1 juta. Namun, Satria menang unggul untuk teknologi mesin, kapasitas dan tenaga yang dihasilkan. CS1 dipersenjatai Honda dengan mesin SOHC (single overhead camshaft) dengan kapasitas 125 cc, sedangkan Satria DOHC (double overhead camshaft).
Untuk tenaga, Satria masih unggul dengan kemampuan maksimum 16 PS @9.500 rpm, sedangkan CS1 12,8 PS @10.000 rpm. Kemampuan Satria menghasilkan torsi maksimum juga lebih baik, yaitu 1,27 kgf-m @8.500 rpm, sedangkan CS1 1,04 kgf-m @7.500 rpm.

Kompetitor lain Satria adalah Jupiter MX dengan mesin 135 cc yang saat ini versi paling mahal (cast wheel dan kopling otomatik) ditawarkan dengan harga Rp 15.050.000. Dari segi tenaga dan torsi Jupiter MX memang kalah. Tenaga maksimumnya 11,33PS @8.500 rpm dan torsi 1,165 kgfm @5.500 rpm.
Lampu Depan – Perubahan mencolok dari Satria adalah desain fairing dan lampu depan. Desain lampu depan mirip dengan Suzuki GSX-R600. Versi baru, lampu menggunakan bentuk mahkota dan di sampingnya lampu sein dengan mika transparan mirip kuping kelinci. Lampu ini dilengkapi dengan topi atau disebut juga “cowling” ber-garnish hitam. Topi lampu dipasang dengan cara menyekrupkannya pada fairing panel instrumen.

Panel Instrumen – Panel instrumen mengalami perubahan desain yang cukup berarti, meski posisi dan bentuk dasarnya sama dengan versi Satria terdahulu. Motif dasar bagian tengah panel instrumen kini dibuat seperti anyaman dinding bambu.

Takometer menggunakan model jarum dengan dasar instrumen putih berbentuk lingkaran. Di pinggir takometer diberi ornamen berlapiskan krom untuk memberi kesan sporty dan eksklusif. Versi lama, pinggiran takometernya berwarna hitam, sama dengan panel.

Bentuk angka dan ukuran juga berubah. Versi baru lebih besar (tentu saja makin mudah dibaca), sedangkan Satria lama menggunakan huruf reguler lama (italic atau miring). Instrumen lain dengan tayangan digital adalah spidometer, indikator bahan bakar, tripmeter, dan indikator mode “eco” dan “power”. Angka-angkanya mudah dibaca karena menggunakan dasar oranye.

Kini motor supersport bebek ini dilengkapi dengan dua pilihan model mengendarai yang disebut Suzuki dengan S-DMS (Suzuki Drive Mode Switch), yaitu “eco” dan “power”. Tombol mode itu ditempatkan di sisi kanan panel instrumen dan mudah dicapai pengendara saat melaju.

Perubahan lainnya adalah di bagian depan, yaitu segitiga setang yang kini dilapisi dengan silver (sebelumnya hitam), sedangkan di bagian belakang, perubahan pada ujung corong knalpot. Versi baru berbentu oval segitiga, khas Yoshimura. Di belakang, behel atau pegangan di belakang sadel tampil dengan penampilan baru. Begitu pula dengan rangka alminium baru dengan pelindung kaki di kanan dan kiri motor.

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.